Friday, October 5, 2012

15 jam naik-turun gunung

*Indonesian Language

Pada tanggal 19 September 2012, saya pergi ke Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango dengan ayah saya dengan menggunakan 2 sepeda motor. Target yang akan saya cari kali ini adalah jenis-jenis endemik Pulau Jawa, seperti Javan Cochoa (Cochoa azurea), Javan Trogon (Harpactes reinwardtii), White-bibbed Babbler (Stachyris thoracica), White-bellied Fantail (Rhipidura euryura), Javan Scops Owl (Otus angelinae), dan beberapa jenis lainnya. Kami berangkat dari rumah pk 04.00 dan sampai di lokasi pk 05.45. Sampai disana saya langsung mempersiapkan kamera, yaa..kalau saja ada jenis yang menarik bisa langsung saya foto. Tidak jauh dari pos pintu masuk saya langsung disambut seekor burung endemik jawa yakni Ciung Batu Kecil / Javan Whistling Thrush (Myophonus glaucinus). Karena saya sudah memiliki foto burung ini, jadi saya tidak mengambil fotonya kembali. Perjalananpun kami lanjutkan kembali. Sekitar 200m dari pintu masuk saya melihat sekawanan (5-8 individu) burung semak melintas dari sebelah kiri ke kanan. Setelah saya lihat lebih dekat, ternyata itu merupakan kawanan dari jenis White-bibbed Babbler (Stachyris thoracica). Karena burung-burung tersebut bergerak cepat di balik rimbunnya semak-semak saya tidak bisa mengambil fotonya. Perjalanan di lanjutkan kembali dan kamipun tiba di Telaga Biru. Disini saya melihat Grey Wagtail (Motacilla cinerea) yang merupakan burung migran, Javan Kingfisher (Halcyon cyanoventris), Chestnut-fronted Shrike-Babbler (Pteruthius aenobarbus), Javan Tesia (Tesia superciliaris), White-crowned Forktail (Enicurus leschenaulti), dan Flame-fronted Barbet (Megalaima armillaris armillaris), dan Indigo Flycatcher (Eumyias indigo). Saya hanya melakukan pengamatan selama 10 menit saja, kemudian melanjutkan perjalanan. Sampai di jembatan (Rawa Gayonggong) saya melakukan pengamatan kembali, disini saya mendapatkan foto Spotted Crocias (Crocias albonotatus) yang merupakan jenis endemik.








Setelah mendapatkan foto burung ini kami lanjut perjalanan kemabali. Sampai di pertigaan, kami memilih jalur ke kiri (menuju ke Air Panas. Disini jalurnya cukup berat, karena jalurnya rusak dan tidak sebagus jalur utama menuju Air Terjun Cibereum. Setelah berjalan beberapa kilometer, kami beristirahat bebeapa menit di sebuah Gazebo / Pos peristirahatan yang cukup besar. Ketika kami sedang istirahat kami melihat ratusan ekor Grey-throated Ibon (Lophozosterops javanicus frontalis) bergerak di atas kanopi diikuti kawanan Blue Nuthatch (Sitta azurea). Selain itu kami juga melihat Javan Fulvetta (Alcippe pyrrhoptera), Sunda Warbler (Seicercus grammiceps), White-browed Shortwing (Brachypteryx montana) burung biru berukuran kecil dengan suara yang merdu, dan juga sepasang Rufous-tailed Fantail (Rhipidura phoenicura) yang merupakan burung endemik Pulau Jawa.
















Tidak jauh setelah kami meninggalkan pos peristirahatan seekor Javan Tesia (Tesia superciliaris) terlihat menyeberang jalur. Burung bewarna kuning kehijaun dengan kepala bewarna abu-abu, berukuran kecil, dan hampir tanpa ekor ini merupakan jenis burung endemik Pulau Jawa juga. Segera saya mengarahkan kamera saya ke arah burung tersebut, namun karena kondisi hutan yang sangat rapat dan cuaca mendung terpaksa saya menggunakan flash.
























Perjalanan di lanjutkan kembali. Setelah hampir 1 jam tidak ada burung, tiba-tiba ketika sedang menanjak saya melihat ada seekor burung yang baru saja take off, dan kemudian dia mengeluarkan suara. Ternyata itu adalah Javan Trogon (Harpactes reinwardtii). Saya mendengar ada 2 suara dari burung tersebut, namun saya hanya melihat satu ekor. Tripodpun segera didirikan, karena medan yang miring terpaksa kaki di setting panjang sebelah. Record shot pun aku dapatkan (jaraknya masih cukup jauh).

















Kemudian dia pun terbang dan mendarat tepat 90 derajat di atas kepala saya.


















dan terbang kembali, kali ini medarat di tempat yang terbuka. Namun jaraknya masih cukup jauh.

















dan terbang lagi, posisi sudah dekat namun medarat di kayu yang besar dan ekornya sedikit terpotong.
























dan terbang lagi, kali ini posisi sangat pas. Namun harus pasang tripod di pinggir jurang agar dapat posisi yang terbuka, karena posisi terhalang daun dan ranting.






































Setelah puas mengambil foto Javan Trogon, kamipun melanjutkan perjalanan kembali sampai ke Air Panas. Sepanjang jalan menuju Air Panas saya mencoba mencari Javan Cochoa, namun saya tidak menemukan burung tersebut ataupun mendengar suaranya. Sampai di Air Panas, kami melanjutkan perjalanan sampai ke Kandang Badak (kira-kira 2jam).

















Kami tiba di Kandang Badak sekitar pukul 15.00, rencananya saya ingin lanjut naik untuk mencari Island Thrush, namun karena perjalanan masih jauh perjalananpun di hentikan sampai di Kandang Badak saja. Disini saya melihat beberapa jenis burung seperti White-flanked Sunbird (Aethopyga eximia), Mountain Leaf Warbler (Phylloscopus trivirgatus), dan White-browed Shrike-Babbler (Pteruthius flaviscapis flaviscapis). Selain itu saya juga menemukan beberapa helai bulu Javan Cochoa. Kemudian kami turun kembali menuju Air Panas karena sudah mulai sore dan mulai mendung. Sampai di Air Panas kami istirahat sejenak sebelum kami turun kembali. Pk 18.00 kami kembali bergerak melanjutkan perjalanan turun kebawah. Saat perjalanan pulang dari Air Panas saya mendengar suara Javan Scops Owl (Otus angelinae). Saya mencoba menunggu burung tersebut, sampai akhirnya burung itu bersuara sangat dekat dengan saya. Tetapi saya tidak dapat menemukan burung tersebut. Setelah itu burung itupun terbang menjauh. Sudah 2 kali saya mencoba untuk mencari burung ini, tetapi selalu gagal. Pertama kali saya sudah melihat burung tersebut, tetapi ketika saya arahkan kamera saya burung itu kabur, karena ada suara dari individu yang lainnya.
Kamipun kembali melanjutkan perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan saya mendengar suara Brown Boobook (Ninox scutulata), Javan Frogmouth (Batrachostomus javensis), dan Dusky Woodcock (Scolopax saturata). Setelah berjalan beberapa jam kamipun akhirnya sampai di pos pintu masuk sekitar pk 21.00.

Thank GOD for blessing our trip. We saw a lot of beautiful and amazing birds here.



No comments: